Menangisi Senja (12)


Segera aku berlari menghindar, bersembunyi didepan rumah, dan seketika itu hujan peluru kembali terjadi, sepertinya pasukan bantuan Israel sudah datang, tapi kali ini , dengan jumlah yang jauh lebih banyak, aku beruntung bisa slamat dari hujan peluru itu, tidak ada satupun yang mengenai tubuhku, tapi sekarang aku dalam keadaan terjepit tidak bisa kemana-mana, aku terjebak dalam perang ini, pilihan yang tidak pernah kusangka-sangka, aku ketakutan…

Aku sudah pasrah, tapi setelah itu aku melihat ada seseorang yang memberi aba-aba kepadaku, ia menunjukkan jalan yang aman untuk melarikan diri, dan benar saja setelah aku ikuti instruksinya aka bisa keluar dari medan pertempuran itu, beberapa saat kemudian aku tahu bahwa itu Zaky, sahabat sekaligus tetanggaku, ia mengajakku terus berjalan dilorong rahasia tersebut, sepertinya ini jalan untuk selamat, kami berpelukan setelah itu, tidak tahu apa yang terjadi dengannya, ia menceritakan bahwa ia dan ayahnya sudah mengungsi sejak siang tadi, namun ia kembali lagi tadi sore karena ada benda sangat penting yang ketinggalan dirumahnya, yaitu buku-bukunya ia tidak bisa hidup tanpa buku-buku itu, kami asik bercerita ditengah berondongan senjata dari kedua pihak, kami yakin tempat itu cukup aman untuk selamat dari serangan peluru-peluru tentara Israel tapi entah kalau serangan roket, aku menceritakan keputusan ayahku dan keadaan keluargaku sekarang,

“ASTAGHFIRULLAH…!!”seketika itu aku kembali ingat ayah dan keluargaku yang lain, mereka masih berada dirumah, entah apa yang terjadi pada mereka sekarang, apalagi setelah tentara israel mendapat serangan seperti itu, yang menewaskan banyak tentaranya, aku tidak tahu kemarahan seperti apa yang mereka alami, dan mungkin saja mereka akan membantai setiap orang yang ditemuinya, aku memutuskan untuk melihat kembali, zaky melarangku, tapi aku tidak bisa pergi tanpa mengetahui keadaan keluargaku, aku semkin mendekat dengan tetap mengambil jarak dari tempat yang aman, kulihat pertempuran masih terus berlangsung hingga, helikopter mereka datang dengan luncuran- roket-roketnya, DUARR..!! beberapa ledakan terjadi.
DEKAT sekali, beberapa saat aku tidak tahu apa yang terjadi, asap dimana-mana, dan suaranya sangat memekakkan telinga, beberapa ledakan terjadi lagi, sepertinya mereka mengamuk dan langsung meledakkan pasukan jihad itu, aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka, namun sepertinya tidak terdengar suara tembakan balasan lagi.

DUARRR!!.. ledakan terjadi lagi, aku sampai jatuh terduduk akibat kuatnya guncangan ledakan itu, aku terbatuk-batuk asap memenuhi sekelilingku, apa yang terjadi?? Oh.. aku mendapat firasat buruk, apa yang terjadi..? Apa yang mereka ledakkan kali ini? Aku segera menetralkan keadaanku dan berusaha mencari tahu.
Rumah itu… terbakar menyala-nyala… Nyala api membumbung ke angkasa, namun tidak melebihi nyala api di hatiku. Roket itu menghancurkannya.
itu .. ITU.. RUMAHKU..!!
Hancur……., roket itu MELEDAKKANnya
Ayah…. Ibu…. TIDAKKKK!!!!

Tiba-tiba pandanganku gelap, dan sunyi sekali, sepertinya semua suara berisik tadi lenyap tiba-tiba, aku mencoba membiasakan diri ditempat gelap itu, dan itu langit-langit rumah, rumah yang sudah sangat kukenal 1,5 tahun ini, oh.. ini rumah Zaid, beberapa saat kemudian aku bisa mengendalikan diriku, ini kamarku dirumah zaid, kulihat ibrahim masih tertidur pulas, juga zaky, ternyata hanya mimpi, mimpi masa laluku, sungguh kenangan buruk yang selalu hadir dikepalaku, tanpa terasa tubuhku basah, peluh keringat memenuhi tubuhku, terasa panas sekali dikamar itu, kejadian itu benar-benar selalu menghantuiku, ini beban berat buatku, aku berdiri untuk menenangkan diri dan berusaha sejenak melupakan mimpi buruk itu.

Mimpi kepedihan yang tidak mungin ku lupakan.

0 Tanggapan ke “Menangisi Senja (12)”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




aldrino….

Tulisan Ngasal Gak usah digubris... Biar pikiran gak mampet Supaya pinter nulis Pingin jadi seleb blog Agar bisa kaya Tapi, yang penting "bergerak" deh biar gak dikatai "mayat".

The Journey

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Campaign












Katanya yang terbaik

Udah tenar belum??

  • 5,066 hits