Arsip untuk Kategori 'Puisi'

Yang memisahkan hanya setipis ikhlas

by : Darin Sahiba

Ikhlas…

Begitu mudah kata-katamu keluar dari lisan
Begitu sulit hati ini melaksanakanmu

Begitu kecil artimu dalam prasangkaan
Begitu besar balasan dari Pemilikmu

Begitu remeh anggapan padamu
Begitu hebat manfaat bagi pengamalmu

Semoga kau hadir disetiap sujudku
Itu yang diharapkan dari ruku’ku
Tidak menduakan dalam puasaku
Memurnikannya dalam setiap zakatku

Sungguh besar balasanNya
Sungguh besar ancamanNya

Yang memisahkan hanya setipis ikhlas

Takut…..

by: Dinar Ashina

Gemetar jiwa jasad ini
Bergetar setakut-takutnya
Kala sang utusan datang disuatu malam
Menghampiri kekasih untuk diselimuti
Kabar dari Pemilik rasa takut
Kabar itu sangat mengerikan
Tidak ada yang tidak gentar dibuatnya
Sang utusan yang terbiasa menangis
Sepanjang malam sepanjang hari
Takut dan tak henti berharap terus
Bahkan sahabatnya lebih memilih untuk tidak dilahirkan

mati??

Kristenisasi

Mereka Yang Berlari

by : Darin Sahiba

Godaan terbesar buat kaum lelaki
Lemah lembut, gemulai, cantik jelita
Matanya, suaranya, harumnya, wajahnya, semua tentangnya
Bertekuk lutut….
Dan setanpun dituruti
Dan zina pun didekati


mereka yang berlari…

Dengan Cinta

By : Darin Sahiba

Tertarik dengan salah satu presentasi peserta terkait konsep diri…

Mengenal diri dan akhirnya sebagai makhluk yang dibekali cinta seharusnya menjadikan kita sebagai para pecinta

Logika para pecinta akan menuntun kita pada cinta hakiki kita, yang paling pantas untuk dicintai

Melihat segala kebaikan yang telah diberikannya.

Oh… aku semakin jatuh cinta

Bukan sekedar balas budi tapi juga karena dengan cinta kepadanya akan semakin menuntunku pada kecintaan lainnya, selalu padaNya semakin mendalam dengan berlipat-lipat karunia darinya

Tidaklah aku akan membantah dari apa-apa yang diperintahkan kekasihku.

Sehingga kecintaaku menuntunku pada penghambaan padaNya sebagai salah satu perintahnya

KataNya aku hamba-Nya, dan dipercayaiNya untuk menjadi Khalifah di bumiNya

Maka kuyakin itulah aku seharusnya menjadi.

Being Outsider

Beda
Dalam komunitas sih…
Mereka teman-temanku
Bahkan sangat akrab sekali
There’s nothing wrong

 Huh….
Perasaanku saja
Merasa terasing

I’M AN OUTSIDER

 Perbincangan mereka…
Aku tidak mengerti
Teman-Teman mereka…
Aku tidak kenal
Kegembiraan mereka…
Aku tidak merasakan
Kegiatan mereka…
Aku tidak tahu
Rahasia mereka…
Jelas aku tidak boleh tahu

 Aku beda?
Dalam komunitas sih…
Mereka teman-temanku
Bahkan sangat akrab sekali
There’s nothing wrong

 Mungkin aku yang salah….
Mencoba memasuki hidup mereka
Tetapi tetap saja aku selalu menjadi outsider

Jago Retorika

Ketika kemampuan mendecak kagumkan orang
Membanggakan diri, penampilan sempurnanya
Ia menikmatinya, biarkanlah… setidaknya untuk sekarang
Bukankah yang kukenal dulu sangat pemalu, tidak percaya diri dan keminderan lainnya
Sampai ia mengetahui bahwa ternyata tidak sulit membuat orang terpana
Mencoba dan sukseslah sang peraga
Retorika dan dengan PD-nya menaklukan hati orang yang terpana padanya
Asalkan bukan sekedar topeng
Kalau sekarang iya,
Topeng bagus
Isi juga harus bagus
Tinggal tunggu waktu untuk dihinakan
Kalau tidak segera mengejar topengnya
Mudah bagiNya

The best pray

Ini shalat terbaikku…
Ya tidak pernah aku sekhusyuk ini
Padahal begitu banyak orang disini
Bahkan semuanya orang-orang penting
Ini sholat terbaikku.
Walau mengimami begitu banyak orang
Aku tidak terpengaruh sedikitpun
Hebat…
mengapa perasaan ini begitu senang..?
Mungkin ini balsana dari sholat yang khusyuk.
Allah memberikan perasaan senang ini..
Perjuanganku mengalahkan riya
Dan akhirnya aku menang.
Hah.. aku memang hebat

..,.,..

Buku pada tempat sepatu
Sepatu pada tempat baju
baju pada tempat garpu
garpu pada tempat buku

oh.. dimana garpuku?
Ditempat garpu? Tidak ada
Ditempat baju? Tidak ada
Ditempat Sepatu? Tidak ada
Dimana?
Duh.. waktuku terbuang hanya oleh sebuah garpu..
Sudahlah… tidak usah makan.

Aku pergi saja, mana bajuku?
Ditempat baju? Tidak ada
Ditempat sepatu? Tidak ada juga
Ditempat buku? Oh tidak ada lagi
Ditempat garpu? Alhamdulillah akhirnya ada
Duh.. waktuku terbuang hanya oleh sebuah baju.
Aku harus pergi sekarang secepatnya.

Mana sepatuku?
Ditempat sepatu? Tidak ada
Ditempat buku? Oh lagi-lagi tidak ada
Ditempat garpu? Ya Allah sepatuku hilang
Duh..ini benar-benar kesia-siaan
Sudahlah…tidak usah pergi

Aku belajar saja, mana bukuku?
Ditempat buku? Tidak ada
Ditempat garpu? Ya Allah mengapa semua barangku hilang?
Ditempat baju? Ampuuun… Ya Allah..! tidak ada juga.
Ini benar-benar menghabiskan waktuku..
Sudahlah…tidak usah belajar

Aku bingung.
tidak ada kah sesuatu yang bisa kukerjakan?
Semuanya pergi, menghindar dariku
Bahkan barang-barang pribadiku
Aku salah apa ya Allah?

Yusuf Bersabar

Yusuf berlari dan menuju pintu itu
Bajunya dirobek dari belakang
Wanita itu terus memaksanya
Menyerahkan seluruh dirinya
Dan berharap yusuf menyerahkan seluruh dirinya pula

Yusuf seorang pemuda
Namun bukan pemuda biasa

Wanita itu begitu cantik dan anggun
Ia bersedia menyerahkan dirinya
Yusuf seorang pemuda dengan syahwat yang menggebu-gebu
Mudah baginya untuk melakukan semuanya
Ia tampan dan wanita itu cantik
Tidak adalagi penghalang untuk melakukannya
Semua orang juga bisa maklum akan keadaannya
Namun yusuf bersabar

Yusuf seorang pemuda
Namun bukan pemuda biasa
Ia mencintai dan dicintai kekasihnya
Hingga iapun ditolong dan diberi peringatan

Yusuf bersabar dan menuai buah kesabarannya
Mendapatkan cinta kekasihnya
Walaupun penjara balasannya
Fitnah tak membuatnya menderita
Karena cintaNya tak berpaling darinya
Itu yang paling utama baginya

Halaman Berikutnya »


aldrino….

Tulisan Ngasal Gak usah digubris... Biar pikiran gak mampet Supaya pinter nulis Pingin jadi seleb blog Agar bisa kaya Tapi, yang penting "bergerak" deh biar gak dikatai "mayat".

The Journey

Januari 2010
S S R K J S M
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Campaign












Katanya yang terbaik

Udah tenar belum??

  • 5,143 hits